🚨 Jembatan Curah Gedok Argosari Runtuh Total, Akses Vital Lumajang-Probolinggo Terputus
LUMAJANG, Jawa Timur – Akses utama yang sangat vital bagi mobilitas warga di Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, terputus total setelah Jembatan Curah Gedok di Desa Argosari ambruk pada Rabu, 01 Oktober 2025, pukul 16.00 WIB. Keruntuhan jembatan ini dipicu oleh curah hujan tinggi yang berlangsung tanpa henti sejak tanggal 30 September hingga 01 Oktober 2025.
🌉 Kronologi dan Volume Kerusakan
Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut selama dua hari berturut-turut menyebabkan peningkatan signifikan pada debit air sungai di bawah Jembatan Curah Gedok. Beban struktural dan gerusan air yang intens akhirnya membuat jembatan tersebut rusak berat dan runtuh.
Volume Kerusakan: Material jembatan dilaporkan mengalami kerusakan parah, di mana pondasi lepas dengan dimensi kerusakan mencapai:
- Tinggi: 4 meter
- Lebar: 4 meter
- Panjang: 15 meter
Penyebab utama kejadian ini adalah curah hujan tinggi yang terjadi cukup lama, mengikis dan merusak pondasi hingga struktur jembatan tidak mampu lagi menahan beban.
🌾 Dampak Krusial bagi Perekonomian dan Hubungan Antar Kabupaten
Putusnya Jembatan Curah Gedok menimbulkan dampak krusial di tiga aspek utama:
- Akses Warga Terputus: Jembatan ini merupakan jalur akses utama yang menghubungkan Dusun Gedok dengan pusat Desa Argosari, sehingga membuat mobilitas harian warga terhambat.
- Ancaman Perekonomian: Kerusakan ini berdampak langsung pada perekonomian warga, terutama petani. Apabila jalur tidak segera ditangani, hasil pertanian tidak dapat didistribusikan ke pasar, menyebabkan kerugian materiil bagi masyarakat.
- Jalur Penghubung Antar Kabupaten: Selain sebagai akses desa, jalur ini juga dikenal sebagai jalur penghubung penting antara Kabupaten Lumajang dengan Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo, yang kini lumpuh total.
🛠️ Upaya Swadaya dan Kebutuhan Perbaikan Mendesak
Sebagai respons cepat atas bencana ini, warga setempat segera melakukan kerja bakti secara swadaya untuk pembuatan jembatan darurat dari kayu. Upaya ini dilakukan untuk memulihkan sedikit akses bagi masyarakat.
Meski demikian, mengingat tingkat kerusakan yang berat dan fungsinya yang vital sebagai jalur utama, dibutuhkan perbaikan jembatan secara permanen sesegera mungkin dari pihak berwenang.
